ALT BAKTERI DAN KAPANG MIE BASAH DAGING CUMI CUMI DENGAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA

  • Alismi M. Salanggon Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu
  • Hanifah Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu
  • Wendy Alexander Tanod Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu
  • Roni Hermawan Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Palu
Keywords: Mie, Cumi-cumi, ALT, Bakteri, Kapang

Abstract

Mie basah merupakan mie mentah yang direbus terlebih dahulu dengan air mendidih sebelum dipasarkan. Saat ini, mie basah yang beredar di masyarakat memiliki kandungan gizi karbohidrat yang tinggi sedangkan kandungan protein dan mineral masih rendah. Oleh karena itu, penambahan mutu gizi dari mie basah dengan cara menfortifikasi mie dengan bahan lain seperti cumi cumi. Cumi cumi selain dagingnya yang mudah dicerna, juga memiliki kandungan asam amino esensial dan kaya akan mineral seperti fosfor dan kalsium yang berfungsi untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang. Oleh karena itu, penambahan cumi cumi perlu dilakukan guna untuk meningkatkan mutu gizi dari mie. Umumnya mie basah yang beredar di pasaran hanya mampu bertahan selama ±2-3 hari pada suhu ruang. Sedangkan cumi cumi mengandung kadar air yang cukup tinggi. Kadar air yang cukup tinggi pada suatu bahan pangan, dapat memicu tumbuhnya mikroorganisme. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ALT bakteri dan ALT kapang mie basah daging cumi cumi pada lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 4 (empat) perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali yaitu lama penyimpanan 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil yang diperoleh ALT bakteri , ALT kapang dan pH pada mie basah dapat bertahan pada 48 jam pada suhu ruang sedangkan ALT bakteri, kapang dan pH pada 72 jam mie dikatakan rusak karena sudah melewati batas SNI ALT bakteri sebesar 1 x 106koloni/g dan ALT kapang sebesar 1,0 x 104koloni/g.

Published
2020-04-01
How to Cite
Salanggon, A. M., Hanifah, Tanod, W. A., & Hermawan, R. (2020). ALT BAKTERI DAN KAPANG MIE BASAH DAGING CUMI CUMI DENGAN LAMA PENYIMPANAN BERBEDA. KAUDERNI : Journal of Fisheries, Marine and Aquatic Science, 2(1), 45-51. https://doi.org/10.47384/kauderni.v2i1.28
Section
Articles