Inovasi Rumput Laut Non Ekonomis Sebagai Energi Alternatif

Keywords: Rumput Laut, Tidak Ekonomis, Energi Alternative

Abstract

Prospek pengembangan rumput laut sesuai dengan program pemerintah, yaitu tahun 2011-2015 merupakan tahun yang cukup penting dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia, karena pada tahun tersebut Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan visi Pembangunan Kelautan dan Perikanan di Indonesia, yaitu "Mewujudkan Indonesia Penghasil Produk Perikanan dan Kelautan Terbesar di Dunia Tahun 2015" dan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah ”Menuju Sulawesi Tengah Provinsi Rumput Laut 2012 dan” grand strategi pencanangan ” Gema Biru” (gerakan maju budidaya rumput laut) serta grand strategi Kab Morowali hingga 2016 ” Mewujudkan Penataan Wilayah yang Berbasis Agribisnis Rumput Laut dengan Infrastruktur yang Handal”. Selama ini ada beberapa kajian memanfaatkan makhluk hidup atau limbah makhluk hidup seperti daun jaraj dan kotoran sapi sudah ada. Kajian tentang pemanfaatan rumput laut yang tidak ekonomis sebagai energi alternatif belum pernah ada. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan produsen terbesar penghasil rumput laut (Anonim, 2010). Selain rumput laut yang ekonomis banyak juga yang tidak ekonomis tersebar di perairan payau, muara sungai dan laut. Umumnya rumput laut ini mengganggu kegiatan budidaya karena berkompetisi mendapatkan ruang, makanan dan kualitas air. Dilain pihak terjadinya kelangkaan bbm terutama minyak tanah di masyarakat, walaupun ada harga jualnya sudah melambung tinggi berkali-kali lipat dari harga pemerintah. Ini menyebabkan masyarakat lebih memilih gas elpiji sebagai pengganti minyak tanah. Diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi solusi energi alternatif yang murah dan mudah didapatkan karena bahan bakunya dari rumput laut yang tidak ada harganya/ tidak ekonomis. Adapun tujuan penelitian meliputi : Mengkaji potensi beberapa jenis rumput laut untuk pembuatan energi alternatif sebagai sumber energi alternatif baru; Mengkaji tekanan gas yang terdapat dalam rumput laut sebagai sumber energi alternatif baru; Hasil penelitian menunjukkan jenis rumput laut E.coottoni, Gracillaria sp, Sargassum sp dan Padina sp dapat menghasilkan biogas. Hasil penelitian menunjukkan Percobaan 1 menggunakan rumput laut Gracillaria sp menghasilkan produksi gas tertinggi adalah 98 L/hari di hari ke-11 dan produksi gas terendah adalah 21 L/hari di hari ke-25. Percobaan 2 ( E.cottoni) menghasilkan produksi gas tertinggi sebanyak 110 L/hari, di hari ke-13 dan produksi gas terendah sebanyak 15 L/hari di hari ke- 30. Percobaan (3) menggunakan rumput laut jenis Sargassum sp + Padina sp, rata-rata produksi harian biogas adalah 99 L/hari. dan produksi gas terendah 16 liter/ hari.

Published
2019-10-01
Section
Articles