Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Pasca Mortalitas Massal Akibat Gempa dan Tsunami di Kab Donggala

  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Tadulako
  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
  • Fakultas Teknik, Universitas Tadulako
  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
  • Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako
Keywords: Kesesuaian Lahan, Gempa, Tsunami, Rumput Laut

Abstract

Kajian tentang pemanfaatan rumput laut yang tidak ekonomis dan ekonomis sebagai energi alternatif sumber energy listrik belum pernah ada. Provinsi Sulawesi Tengah merupakan produsen terbesar penghasil rumput laut. Selain rumput laut yang ekonomis banyak juga yang tidak ekonomis tersebar di perairan payau, muara sungai dan laut. Umumnya rumput laut ini mengganggu kegiatan budidaya. karena berkompetisi mendapatkan ruang, makanan dan kualitas air. Dilain pihak kondisi PLN di Prov Sulawesi Tengah sungguh memprihatinkan dengan seringnya terjadi pemadaman listrik massal dan bergilir. Terutama setelah bencana gempa dan tsunami yang melanda Kab Donggala.Hasil penelitian menunjukkan lokasi budidaya rumput laut yang sangat sesuai berkisar 30 % , sesuai berkisar 50 % dan kurang sesuai 20%. Lokasi budidaya rumput laut yang sangat sesuai kurang dari 50% disebabkan masih di pengaruhi bencana alam yang terjadi setahun yang lalu. Kondisi perairan keruh terutama dilokasi tambak sehingga sampai sekarang tidak memungkinkan dilakukan kegiatan budidaya rumput laut ditambak. Sedangkan kegiatan budidaya rumput laut jenis E. cottoni dan E.spinosum yang dilakukan di perairan laut sudah mulai mengalami peningkatan. Ini awal yang baik mengingat beberapa bulan setelah bencana gempa bumi rumput laut mati total.

Published
2019-10-01
Section
Articles